FK Online, Banten,– Tim Gabungan Mahasiswa dan Alumni Fakultas Kedokteran UIN Jakarta berangkat ke Banten pada hari Senin, 24 Desember 2018 pukul 09.00 bekerja sama dengan LKC Dompet Dhuafa Jakarta. Mereka yang tergabung dalam tim medis diantaranya Nashih Abdillah (Ketua DEMA FK), M. Farid Akbar (angkatan 2014) dan dr. Najib Askar (alumni angkatan 2012).

Dalam keterangannya Nashih menceritakan bahwa tujuan perjalanan mereka adalah posko pengungsian Carita dan Tanjung Jaya.

“Ya, kami berangkat tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB, kami menjadi volunteer bersama tim LKC Dompet Dhuafa. Tujuan kami ke posko pengungsian Carita dan Tanjung Jaya, Pandeglang. Dalam rangka membantu sebagai tim medis korban Tsunami”. kata Nashih

Nashih menjelaskan, perjalanan menuju Carita sebagai pusat posko dari Dompet Dhuafa sangat menegangkan karena harus melewati pesisir pantai yang habis terkana bencana tsunami sebelumnya dengan di tambah rasa takut akan adanya tsunami susulan.

Sesampainya di posko Carita, Tim Gabungan bertemu dengan dr. Pradipta alumni FK UIN angkatan 2009 sebagai koordinator tim medis Dompet Dhuafa dalam bencana ini, yang berangkat sehari sebelumnya. Setelah koordinasi di Carita dan penurunan stock obat, perjalanan dilanjutkan ke daerah Tanjung Jaya yang masih sangat membutuhkan tenaga medis. Di Tanjung Jaya tim Gabungan disambut oleh dr. Dede Ropiah alumni FK UIN angkatan 2006. Menurut penjelasan dokter Dede, klinik Tanjung Jaya tempatnya berdinas merupakan salah satu klinik yang paling ramai didatangi pada malam bencana, karena di daerah tersebut sedang ada acara Gathering PLN.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data yang dihimpun di www.kompas.tv korban jiwa akibat Gempa Tsunami Selat Sunda tercatat 429 orang, 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang, 16.082 orang mengungsi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho pada siaran pers-nya sampai dengan Selasa (25/12/2018) pukul 13.00 WIB. (md)