Gedung Rektorrat, BERITA UIN Online – Fakultas Kedokteran (FK) UIN Jakarta, RS Haji UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan akan menyiapkan bantuan pelayanan kesehatan bagi jamaah dalam setiap penyelenggaraan ibadah haji dan umroh. Bantuan pelayanan kesehatan di antaranya berupa penyediaan tenaga medis dan fasilitas kesehatan, terutama saat jamaah berada di Tanah Suci.

Demikian kesimpulan dari Kuliah Umum bertajuk “Kemitraan Institusi Pendidikan Kedokteran Islam dalam Mendukung Pelayanan Kesehatan Haji dan Umroh” yang digelar FK UIN Jakarta secara virtual, Jumat (29/10/2021).

Kuliah umum diselenggarakan dalam dua sesi. Sesi pertama disampaikan Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Budi Sylvana dengan moderator Ketua Program Studi Kedokteran Achmad Zaki. Sedangkan sesi kedua menghadrkan narasumber Direktur RS Haji UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Andi Wahyunigsih Attas dengan moderator Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Femmy Nurul Akbar.

Pada pembukaan kuliah umum yang dihadiri hampir 500 mahasiswa tersebut turut memberi sambutan Rektor UIN Jakarta Amany Lubis dan Dekan FK Hari Hendarto.

Budi Sylvana mengatakan bantuan pelayanan ibadah haji dan umroh oleh pemerintah sebenarnya sudah diatur dalam Permenkes No. 62 Tahun 2016. Tujuan penyelenggaraan kesehatan haji di antaranya yang paling utama adalah jamaah harus dalam kondisi sehat, karena hal itu sebagai syarat istitha’ah (mampu) dalam beribadah haji.


Tujuan kedua adalah untuk mengendalikan faktor risiko kesehatan jamaah haji. Kemudian ketiga untuk menjaga agar jamaah haji dalam kondisi sehat, baik selama di Tanah Air, dalam perjalanan maupun selama berada di Tanah Suci.

“Tujuan kesehatan haji keempat adalah untuk mencegah terjadinya transimisi penyakit menular yang mungkin terbawa keluar dan atau masuk ke Indonesia oleh jamaah haji,” katanya.

Lalu tujuan kelima, menurut Budi, adalah untuk memaksimalkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan kesehatan haji itu sendiri.

Oleh karena itu, dalam menyiapkan penyelenggaraan kesehatan haji perlu disiapkan langkah-langkah antispatif dan strategis. Dalam strategi meningkatkan status kesehatan jamaah haji, baik oleh Pusat Kesehatan Haji maupun FK UIN Jakarta, langkah-langkah itu misalnya memberikan edukasi secara terstruktur, sistematis, dan massif kepada jamaah yang akan berangkat ibadah haji.

Untuk itu dibutuhkan juga adanya keterlibatan kementerian/lembaga terkait, kalangan akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi profesi guna menangani pelayanan kesehatan jamaah haji dan para petugas hajinya.

“Selain itu kita juga harus memanfaatkan teknologi informasi, media sosial secara luas, dan tentunya dengan mengembangkan ilmu kedokteran haji,” katanya.

Dalam kemitraan antara Pusat Kesehatan Haji Kemenkes dan FK UIN Jakarta, menurut Budi, maka perlu juga disiapkan kurikulum, insfrastruktur, sumber daya, dan manajemen profesional mengenai kesehatan haji.

Misalnya di Indonesia, yang harus disiapkan di antaranya perlu ada pedoman mengenai penyelenggaraan manasik kesehatan haji, membuat kurikulum dan modul manasik kesehatan haji, melakukan vaksinasi meningitis dan Covid-19, dan perekrutan petugas kesehatan haji.

“Sedangkan di Arab Saudi, kita misalnya harus menyiapkan kelompok kloter haji Indonesia di Mekkah, Madinah, dan Jeddah. Kemudian menyediakan ambulan, menyediakan obat-obatan dan alat-alat kesehatan, serta menyediakan kendaraan operasional,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RS Haji UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Andi Wahyuningsih Attas mengatakan, dalam memberikan pelayanan kesehatan haji, Pusat Kesehatan Haji dan Umroh Kemenkes sebagai penyelenggara kesehatan haji memiliki tanggung jawab di bidang kesehatan jamaah.

Tugas dan tanggung jawab tersebut di antaranya dimulai dari persiapan, melaksanakan, hingga kepulangan jamaah di bidang kesehatan.

“Tugas dan tanggung jawab lainnya adalah memilih sumber daya manusia yang kompeten, serta memiliki mental kuat dan andal untuk melayani masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, Andi berharap kerja sama secara tripartit antara Pusat Kesehatan Haji dan Umroh Kemenkes, FK UIN Jakarta, dan RS Haji UIN Syarif Hidayatullah Jakarta harus membangun sinergi yang kuat dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan terbaik dan dengan pelayanan sumber daya manusia terbaik pula. (ns)

Sumber: https://www.uinjkt.ac.id/id/fk-uin-jakarta-rs-haji-pusat-kesehatan-haji-siapkan-bantu-penanganan-kesehatan-jamaah-haji/

Share This