Dari FK UIN Jakarta, Konsorsium FK PTKIN 2026 Resmi Diluncurkan
Auditorium Prof. MK. Tadjudin, Berita FK Online – Fakultas Kedokteran (FK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi tuan rumah peluncuran Konsorsium Fakultas Kedokteran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia 2026, di Gedung Fakultas Kedokteran UIN Jakarta, Selasa, (24/02/2026) dengan mengusung tema Sinergi Pendidikan Kedokteran Berbasis Nilai, Mutu, dan Dampak.
Hadir diantaranya Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Dekan FK UIN Jakarta Dr. dr. Achmad Zaki, M.Epid., Sp.OT., FICS., Dekan FK UIN Sunan Ampel Surabaya, dr. H. Hidayatullah, Sp.N., Dekan FK UIN Walisongo Semarang, Dr. dr. Sugeng Ibrahim, M. Biomed., Dekan FK UIN Alauddin Makassar, Dr. dr. Dewi Setiawati, Sp.OG., M.Kes., Dekan FK UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi., Prof. Dr. dr. Afriwardi, SH, MA, Sp.KO., Subsp.APK(K)., dan Wakil dekan Bidang Akademik FK Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. dr. Ermin Rachmawati, M.Biomed.
Forum pertemuan sendiri dibuka langsung oleh Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar M.A. Ph.D. Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI juga turut hadir dan memberikan sambutan.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Amien Suyitno menegaskan bahwa pembentukan Konsorsium FK PTKIN ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi fakultas kedokteran di lingkungan PTKIN agar tidak berjalan sendiri-sendiri tanpa arah kebijakan yang terpadu.
“Menurut saya tidak boleh ada fakultas atau prodi yang lahir tanpa sentuhan dan perencanaan sejak awal dari Diktis. Perumusan dan pengembangannya harus dibicarakan dengan baik agar tidak berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.
Ia juga memaparkan pentingnya distingsi atau kekhasan Fakultas Kedokteran di PTKIN dibandingkan fakultas kedokteran pada perguruan tinggi lain. Distingsi tersebut, lanjutnya, tidak cukup hanya pada penambahan mata kuliah keislaman, tetapi harus diwujudkan melalui integrasi keilmuan yang substantif antara ilmu kedokteran dan tradisi keilmuan Islam.
“Dan beberapa kali selalu saya sampaikan, distingsi itu penting. Apa hanya karena ada tambahan mata kuliah keislaman atau bahasa Arab? Menurut saya tidak cukup. Integrasi ilmu itu harus nyata, bukan sekadar formalitas,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Rektor Asep Saepudin Jahar menyampaikan bahwa kehadiran Konsorsium FK PTKIN harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan. Menurutnya, Fakultas Kedokteran di lingkungan PTKIN perlu membangun nilai tambah yang jelas agar mampu bersaing sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Fakultas Kedokteran di bawah PTKIN harus punya nilai lebih. Apa yang harus kita tawarkan ke masyarakat, bukan semata-mata itu adalah Fakultas Kedokteran, tapi ada nilai tambahnya,” ujarnya.
Menegaskan pentingnya penguatan kerja sama dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama Lima FK PTKIN lainya, yakni FK Maulana Malik Ibrahim Malang, FK UIN Alauddin Makassar, FK UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, FK UIN Sunan Ampel Surabaya, dan FK UIN Walisongo Semarang, secara resmi menyepakati kerja sama yang ditandatangani langsung oleh masing-masing Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Kedokteran.
Terpisah, Dekan FK UIN Jakarta, Dr. dr. Achmad Zaki merespon positif atas konsorsium yang berlangsung selama dua jam lebih ini. Dr. dr. Achmad Zaki menjelaskan bahwa konsorsium ini digelar untuk menyelaraskan langkah keenam FK PTKIN yang kini telah resmi berdiri. Kerjasama ini akan mencakup aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang terpadu.
“Kita saat ini ada enam fakultas kedokteran di bawah PTKIN. Ini tentunya menuntut adanya kerjasama, koordinasi, dan kolaborasi untuk dapat memunculkan distingsi FK di bawah PTKIN,” jelasnya.
(FRI/NIS)
