Dekan FK UIN Jakarta Kenalkan Integrasi KeIslaman dan Kedokteran dalam Pendidikan di FK
Dekan FK UIN Jakarta Kenalkan Integrasi KeIslaman dan Kedokteran dalam Pendidikan di FK

Auditorium Prof. MK. Tadjudin, Berita FK UIN Online - Sejak 22 Tahun berdiri dipelopori oleh Prof. H. Azyumardi Azra, M.Phil., MA, CBE., sebagai rektor pertama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama Prof. MK. Tadjudin sebagai dekan pertama, saat ini FK UIN Jakarta mampu memberikan kontribusi nyata untuk penyebaran ilmu agama Islam melalui bidang kesehatan dan kedokteran. 

Bentuk nyata dari perjuangan dari Prof. Azyumardi Azra yakni berhasilnya mendapatkan penghargaan dari Ratu Inggris dan membangun kolaborasi dengan jaringan Eropa upaya mengembangkan Islam, hal ini menguatkan Prof. Azra untuk mendirikan Fakultas Kedokteran di UIN Jakarta.

Pada kegiatan sosialisasi sistem akademik FK UIN Jakarta kepada wali mahasiswa, Dekan FK UIN Jakarta saat ini, Dr. dr. Achmad Zaki, M.Epid., Sp.OT., FICS., menjelaskan berbagai identitas FK UIN Jakarta yang meliputi visi misi, ikon, sejarah singkat, IPK dan berbagi pengalaman mahasiswa sebelumnya. Pada pemaparannya, Dr. dr. Achmad Zaki, menjelaskan bahwa ikon yang digunakan oleh FK UIN Jakarta yakni tulisan arab ‘Iqra’ yang memiliki arti ‘Baca’. Ia menegaskan bahwa adanya ikon ini mengingatkan kepada mahasiswa untuk selalu membaca.

“Karena siapapun mahasiswa kedokteran maupun alumni yg sudah melewati tahapan pendidikan akan paham kata yg paling sering muncul dari siapapun yaitu 'baca' dan kita jadikan itu sebagai tata nilai kita,” tegasnya.

Pemilihan ‘Iqra’ menjadi ikon dengan kepanjangan Integrative, Qualified, Research in Academic Culture karena keinginan FK UIN Jakarta agar selalu dapat mengintegrasikan nilai keIslaman dalam setiap aspek dan kegiatan pembelajaran. “Karena kami ingin agar FK UIN Jakarta selalu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam setiap aspeknya,” tuturnya. 

Ikon ini juga dijadikan sebagai dorongan untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang penelitian, pembelajaran dan pendidikan kedokteran. FK UIN Jakarta juga menjadi salah satu fakultas yang memperhatikan keilmuan melalui bidang penelitian termasuk disediakannya fasilitas akses jurnal ilmiah.

Di awal berdirinya, FK UIN Jakarta menggaet Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati sebagai rumah sakit pendidikan utama UIN Jakarta pada 7 Mei 2004, dari kerjasama ini memberikan sejarah dan berhasil menghasilkan lebih dari 1.200 dokter yang tersebar di seluruh Indonesia Asia Tenggara dan Palestina selama berdirinya FK UIN Jakarta hingga saat ini.

Menjelaskan mengenai visi dan misi, Dr. dr. Achmad Zaki mengatakan bahwa visi misi FK UIN Jakarta saling terikat kepada pendidikan lanjutan seperti pendidikan dokter dan profesi dokter. “Dengan visi misi menjadi perguruan tinggi yang bereputasi global dengan keunggulan Integrasi Keislaman keIndonesiaan dan sains yang kemudian diturunkan menjadi visi FK UIN Jakarta menjadi fakultas kedokteran bereputasi internasional dengan keunggulan kedokteran dan keislaman dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, visi dan misi FK UIN Jakarta diterjemahkan dalam visi program studi pendidikan dokter dan profesi dokter yang dapat menghasilkan dokter dengan reputasi internasional dengan keunggulan berintegritas keIslaman, “Dan kami menambahkan kekhasan dalam bidang kedokteran preventif, khususnya kedokteran haji,” lengkapnya.

Tidak melupakan hal krusial, Dr. dr. Achmad Zaki juga menjelaskan mengenai akreditasi fakultas kedokteran yang berhasil mempertahankan status akreditasi unggul 2025 sampai 2030 dan juga akreditasi internasional ASEAN hingga juga 2030 sebagai Implementasi dari visi kedokteran.

Dalam citra keIslaman, Dr. dr. Achmad Zaki menegaskan bahwa sebagai universitas yang menghasilkan mereka yang dipercaya oleh masyarakat, FK UIN Jakarta juga tidak melupakan untuk menghasilkan insan dengan iman “Kita ingin agar putra putri kita mendahulukan keimanan mereka karena ini akan menjadi fondasi apapun yang akan diperolehnya di kemudian hari, maka dari itu, di UIN Itu kita juga belajar studi Islam, qiroah, belajar hal-hal yang terkait dengan memperkuat keimanan,” tuturnya.

FK UIN Jakarta yang berfokus kepada nilai keIslaman dibuktikan dari tenaga pendidik yang memiliki modul ataupun penelitian yang berfokus dengan tema mengenai Islamic Bioethics dalam pendidikan kedokteran. “Kita punya modul yang namanya Integrated Muslim Doctors and Bioethics yang berjalan secara longitudinal bahkan sampai ke rumah sakit, beberapa staff ikut jadi mentor-mentor IMDB,” jelasnya.

Keteguhan yang berpegang pada nilai keIslaman dibuktikan lagi melalui buku Judulnya “The Diary A Journey to Become a Full-time Doctor” yang dibuat untuk mendokumentasikan pengalaman-pengalaman mahasiswa FK UIN Jakarta terutama yang berkaitan dengan kedokteran dan keIslaman. Pada salah satu pengalaman yang dikutip oleh dekan yakni pengalaman dokter lulusan dari FK UIN Jakarta yang mengadaptasi pembelajaran dari modul keIslaman di FK, lalu mentalqin pasien dalam keadaan sakaratul maut sebagai perwakilan dari keluarga pasien.

Kutipan cerita mahasiswa lulusan FK UIN Jakarta pada buku 

“The Diary A Journey to Become a Full-time Doctor”

“Ini merupakan pengalaman saya yang pertama adalah mentalqin, ternyata mentalqinkan seseorang tidak semudah yang saya kira, dengan tangan kiri saya memegang kepalanya dan saya membisikkan kalimat Lailahaillallah di telinga kanannya saya lakukan berulang kali dalam waktu sekitar 5 menit hingga pasien tersebut dinyatakan telah wafat oleh dokter pada saat saya mentalkinkan tersebut saya tidak dapat Mendengar suara pasien mengucap Lailahailallah, namun saya melihat setitik air mata yang keluar dari mata pasien,”

Tutup pemaparannya, Dekan FK, Dr. dr. Achmad Zaki mengimbau kepada wali mahasiswa bahwa di FK UIN Jakarta memiliki standar minimal IPK yang harus dipenuhi yakni setiap tahunnya harus lebih dari 2, jika hal ini tidak terpenuhi maka akan ada sesi evaluasi untuk mahasiswa pada setiap semester 2, 4 dan 6.

(MA/NIS)