Dua Mahasiswa Palestina Diterima di FK UIN Jakarta Melalui Program Beasiswa Internasional
Gedung Kedokteran, Berita FK Online - Fakultas Kedokteran (FK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima dua mahasiswa internasional asal Gaza, Palestina, yakni Ahmed Rafiq Hassan Al Masri dan Abed Alqader Sleeman, untuk menempuh pendidikan kedokteran pada tahun akademik 2027/2028.
Mengutip laman resmi Instagram @fkuinjkt, keduanya diterima melalui jalur International Student Admission Selection serta memperoleh dukungan beasiswa berupa POTA STF Faculty of Medicine Scholarship dan Rector’s Scholarship, Selasa (21/4/2026).
Penerimaan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan akademik yang inklusif dan terbuka bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang negara. Kehadiran mahasiswa internasional di FK UIN Jakarta tidak hanya memperkaya dinamika pembelajaran di kelas, tetapi juga mendorong terjadinya pertukaran perspektif global dalam bidang kesehatan dan kedokteran.
Melalui skema penerimaan internasional, FK UIN Jakarta memberikan kesempatan yang luas bagi mahasiswa luar negeri untuk mengakses pendidikan kedokteran di Indonesia. Program ini dirancang tidak hanya untuk menjaring mahasiswa berprestasi, tetapi juga untuk membangun jejaring akademik lintas negara yang berkelanjutan.
Selain jalur internasional, FK UIN Jakarta juga membuka berbagai jalur penerimaan mahasiswa, baik nasional maupun mandiri, serta menyediakan beragam skema beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun yang membutuhkan dukungan finansial. Hal ini menunjukkan bahwa akses pendidikan di FK UIN Jakarta dirancang agar dapat menjangkau lebih banyak calon mahasiswa dengan potensi terbaik.
Lingkungan pembelajaran di FK UIN Jakarta juga didukung oleh kurikulum yang adaptif, tenaga pengajar yang kompeten, serta berbagai kegiatan akademik dan non-akademik yang menunjang pengembangan mahasiswa secara menyeluruh. Kehadiran mahasiswa internasional menjadi bagian dari proses pembelajaran tersebut, sekaligus memperkuat atmosfer akademik yang berorientasi global.
Bagi Ahmed dan Abed, kesempatan untuk berkuliah di FK UIN Jakarta tidak hanya menjadi langkah dalam menempuh pendidikan kedokteran, tetapi juga membuka peluang untuk berkontribusi dalam dunia kesehatan dengan perspektif yang lebih luas. Sementara itu, bagi FK UIN Jakarta, kehadiran mereka menjadi bagian dari dinamika akademik yang semakin beragam dan inklusif.

(AAS/NIS)
