FK UIN Jakarta Gaet Mitra Internasional, Kembangkan 30 Virtual Patient untuk Asia Tenggara
FK UIN Jakarta Gaet Mitra Internasional, Kembangkan 30 Virtual Patient untuk Asia Tenggara

Ruang FK, Berita FK Online - Fakultas Kedokteran (FK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta meluaskan jejaring internasional dalam mengembangkan kemampuan sivitas untuk membangun kualitas SDM, memperkuat jaringan dan membangun kolaborasi dalam menangani virtual patient melalui Chapter Sea Jakarta Meeting selama 5 hari, 20 hingga 24 April 2026  di Ruang FK Lantai 5, Gedung Kedokteran, Selasa (21/04/2026).

Dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Dekan FK, Dr. dr. Achmad Zaki, M.Epid., Sp.OT., FICS., Ahli Ilmu Teknologi, Andrzej Kononowicz, Koordinator Project, Lee Yew Kong, dan berbagai delegasi universitas yakni, Karolinska Institute 2 orang, Jagiellonian University 2 orang, Universiti Malaya 6 orang, Tailors University 4 orang, Universiti Putra Malaysia 5 orang, Universitas Gadjah Mada 5 orang dan Universitas Islam Negeri 4 orang.

Dalam sambutannya, Prof. Asep mengatakan bahwa adanya kegiatan ini merupakan bentuk Fakultas berusaha untuk mengembangkan diri untuk membantu lebih banyak pasien. Ia menegaskan harapannya kepada peserta untuk dapat membawa hasil yang paling baik.

As a rector, I hope this is not the last. You can extend, you can, do the next research collaboration. Not only this, maybe in others. I hope because, of course, it is very important for us to develop our university, to develop our faculty and studies,” jelasnya.

Senada dengan itu, Dr. Achmad Zaki menjelaskan bahwa, virtual learning merupakan metode yang cukup baik, namun ia menekankan bahwa FK UIN Jakarta percaya setiap perubahan harus berlandaskan nilai-nilai bioetika dan spiritual. “Not just good doctors, but also safe doctors,“ jelasnya.

Ia menambahkan, penting untuk menggabungkan visi misi FK UIN Jakarta dan metode virtual learning. “So, that's why by combining this technology transformation and, you know, the fundamental of our ethical value,” tegasnya.

Menanggapi kegiatan ini, Koordinator Project Chapter Sea, Lee Yew Kong mengimbau untuk menerapkan budaya eropa virtual patient di Asia Tenggara ini dengan metode perlahan, Asia akan mencoba untuk menerapkan 30 dari 100 virtual patient terlebih dahulu.

So, we are going to create 30 virtual patients adapted from European settings into Malaysian settings, into Indonesian settings. And that will be used in our programs,” jelasnya.

Lee Yew Kong juga mengungkapkan, UIN Jakarta sebagai tuan rumah Chapter Sea Jakarta Meeting 2026 memberikan dampak positif kepada seluruh peserta. “So, I just want to say that UIN has been, without UIN, this project cannot succeed,” jelasnya.

(MA/NIS)