FK UIN Jakarta Gelar Sumpah Dokter ke-56, Lima Dokter Muda Resmi Mengabdi untuk Masyarakat
Auditorium M.K. Tadjudin, Berita FK Online - Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali melahirkan tenaga medis baru melalui prosesi Sumpah Dokter ke-56 yang diselenggarakan di Auditorium M.K. Tadjudin, Fakultas Kedokteran, Selasa (12/5/2026). Pada prosesi ini, sebanyak lima dokter muda resmi diambil sumpahnya sebagai bagian dari langkah awal pengabdian mereka di dunia kesehatan.
Prosesi sumpah dokter dihadiri jajaran pimpinan universitas, fakultas, rumah sakit pendidikan, hingga mitra kelembagaan. Hadir langsung Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Jakarta Prof. Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie, S.Ag., S.H., M.H., M.A., Wakil Dekan Bidang Akademik FK UIN Jakarta Dr. dr. Fika Ekayanti, M.Med.Ed., Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Dr. dr. Erike Anggraini Suwarsono, M.Pd., Sp.MK., serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni drg. Laifa Annisa Hendarmin, Ph.D.
Turut hadir pula Kepala Program Studi Profesi Dokter dr. Risahmawati, Ph.D., Kepala Program Studi Kedokteran dr. Marita Fadhilah, Dr.Med.Sc., perwakilan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, perwakilan RSUP Fatmawati, serta Ikatan Dokter Muslim Alumni UIN Jakarta.
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag. pada kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Subdirektorat Pendidikan Mahad Aly Direktorat Pesantren Dirjen Kemenag Dr. Mahrus El-Mawa, M.Ag. Hadir pula Manajer Tim Kerja Pendidikan dan Pelatihan RSUP Fatmawati dr. Dewi Apriyanti, M.Mars., serta Wakil Ketua Ikatan Dokter Muslim Alumni UIN Jakarta dr. Aditiya Bagus Wicaksono, M.K.K.
Dalam sambutannya, Prof. Ahmad Tholabi Kharlie mengingatkan bahwa profesi dokter bukan hanya tentang gelar akademik, tetapi juga tentang tanggung jawab moral dan kemanusiaan yang akan dijalankan secara langsung di tengah masyarakat.
“Anda akan bertemu pada ruang-ruang selanjutnya. Ruang cemas, sakit, gelisah, dan banyak lagi tanggung jawab Anda semua lainnya nanti,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa alumni UIN Jakarta diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat serta membawa nama baik institusi melalui pelayanan kesehatan yang profesional, empatik, dan penuh integritas.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Subdirektorat Pendidikan Mahad Aly Direktorat Pesantren Dirjen Kemenag Dr. Mahrus El-Mawa, M.Ag. menekankan pentingnya integrasi keilmuan sebagai ciri khas UIN dan PTKIN di Indonesia. Menurutnya, pendidikan harus menjadi ruang yang inklusif dan terbuka bagi semua pihak.
“Prinsip kita bersama yang utama adalah para perempuan dapat belajar dan memiliki hak yang sama untuk belajar. Walaupun tidak kuliah, namun dari pelajaran sehari-hari pun manusia dapat belajar,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FK UIN Jakarta Dr. dr. Fika Ekayanti, M.Med.Ed. menyampaikan bahwa dunia kedokteran di Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan yang semakin inklusif, termasuk meningkatnya keterlibatan perempuan dalam profesi dokter. Hal tersebut, menurutnya, menjadi langkah positif bagi FK UIN Jakarta dalam berkontribusi di bidang kesehatan.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sumpah dokter yang diikuti oleh lima dokter muda, yaitu:
- dr. Hanan Raihan Fathih Sugianto
- dr. Shella Yunitha
- dr. Nur Lailatul Nofisah
- dr. Dwi Handayani HS
- dr. Sri Murniati
Dengan diselenggarakannya Sumpah Dokter ke-56 ini, FK UIN Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak dokter yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki nilai-nilai kemanusiaan, integritas, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

(AAS/NIS)
