FK UIN Jakarta Integrasikan Kedisiplinan dalam Pembentukan Dokter Profesional
Berita FK Online - Profesi Dokter menjadi tahapan pendidikan lanjutan dari pendidikan preklinik mahasiswa kedokteran. Program profesi di Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki proses pembelajaran yang padat, berlangsung sekitar 88 minggu, mencakup 19 modul dan dilaksanakan di berbagai rumah sakit serta wahana pendidikan. Kepala Program Studi Profesi Dokter, dr. Risahmawati, Ph.D., menjelaskan berbagai struktur, beban pendidikan dan sistem pembelajaran serta praktis klinis di pendidikan profesi kedokteran UIN Jakarta.
Pada penjelasannya, dr. Risahmawati, Ph.D., menjelaskan bahwa FK UIN Jakarta menerapkan sistem evaluasi dan persyaratan akademik yang ketat, termasuk evaluasi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), ujian keterampilan klinis dan persyaratan sebelum mengikuti uji kompetensi nasional. Selain itu, ia menjelaskan bahwa pendidikan profesi merupakan bagian yang akan dijalankan oleh mahasiswa kedokteran dari pendidikan preklinik. ”Pendidikan profesi, tadi Dr. Fika sudah menjelaskan adalah bagian tidak terpisahkan dari pendidikan preklinik, dijalankan selama 4 semester dan maksimal 10 semester,” jelasnya.
Ia juga mengimbau untuk tidak menafsirkan maksimal 10 semester dengan dijalankannya pendidikan selama 10 semester, tetapi akan lebih baik menjalankan pendidikan dengan tepat waktu. “Kemudian modulnya luar biasa banyak. Ada 19 modul, 5 major atau modul panjang, 11 modul minor, 3 modul muatan lokal yang terintegrasi dari Integrated Muslim Doctor and Bioethics (IMDB),” paparnya.
Besarnya kuantitas beban pendidikan profesi dokter yang mencapai hingga 70 SKS menjadikan dr. Risahmawati menekankan kembali pentingnya dukungan pendidikan dari orang sekitar kepada. “Pendidikan ini berlangsung kurang lebih 88 minggu. Boleh dibilang tanpa jeda. Jadi ini memang perlu persiapan fisik, mental, dan finansial,” jelasnya.
Menggali lebih dalam pendidikan profesi dokter tidak hanya terbatas pada praktis ruang kelas, tetapi pendidikan juga berlangsung di rumah sakit, ruang perawatan dan ruang gawat darurat serta komunitas. Metodenya meliputi pembelajaran yang mencakup diskusi kasus, bedside teaching, edukasi pasien, home visit dan praktik keterampilan klinis.
Dengan pengalaman pendidikan yang didapat dan sistem pendidikan profesi yang dilaksanakan di berbagai rumah sakit pendidikan, baik di wilayah Jakarta maupun di luar Jakarta, dr. Risahmawati meyakinkan bahwa pendidikan jenjang profesi akan selalu terikat dengan pendidikan preklinik. “Ini konsep pendidikan kami terbentang dari Grogol sampai Cisarua, Puncak,” jelasnya.
Selain itu, FK UIN Jakarta juga mendukung adanya efektivitas berupa program pertukaran pelajar yang tentunya difasilitasi oleh fakultas. “Dan ada satu elektif itu berupa exchange, pertukaran mahasiswa, baik yang mandiri, dibantu oleh organisasi kemahasiswaan seperti CIMSA, atau IFMSC, ataupun yang sifatnya you to you,” jelasnya.
“Jadi memang ada juga dananya mahasiswa jalan-jalan, mereka melakukan kegiatan rewarantif dan boleh diakui sebagai modul elektif. Syaratnya adalah mengisi modul. Jadi memang ada keterampilan, aktivitas, dan laporan tertentu yang harus dilakukan mahasiswa,” tambahnya.
Fakultas juga menerapkan evaluasi akademik secara berkala pada semester 2, 4, dan 6 dengan ketentuan mahasiswa dengan IPK di bawah 2,5 akan mendapatkan perhatian lanjutan, sebagai mahasiswa kedokteran UIN Jakarta dituntut untuk harus memenuhi persyaratan sebelum didaftarkan mengikuti uji kompetensi nasional. Persyaratan meliputi kelulusan. Persyaratan yang disebutkan meliputi kelulusan tes CBT, OSCE, serta keikutsertaan minimal dua kali dalam progress test.
“Alasannya karena kami memastikan kualitas pendidikannya bagus untuk melanjutkan pendidikan ada standar,” tutupnya.
(MA/NIS)
