FK UIN Jakarta Latih Calon Dokter Tangani Pasien dalam Simulasi Kegawatdaruratan
FK UIN Jakarta Latih Calon Dokter Tangani Pasien dalam Simulasi Kegawatdaruratan

FK, Berita FK UIN Online - Praktik pembelajaran sebagai dokter diterapkan Fakultas Kedokteran (FK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk melatih calon dokter muda dalam mengatasi keadaan gawat darurat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan pada tempat kejadian peristiwa seperti kecelakaan dengan kondisi emosional yang tidak terduga. Simulasi Penanganan Kegawatdaruratan diikuti oleh mahasiswa semester 7 atau preklinik sebelum menghadapi program profesi atau koas, FK UIN Jakarta, dilaksanakan di halaman FK, Kamis, (8/10/2026).

Praktik ini dihadiri oleh empat staf penguji yang menilai dan memberikan pertanyaan untuk menguji mahasiswa dengan empat masalah berbeda yang dihadapi oleh kelompok mahasiswa. Selain itu, pelaksanaan praktik ini diampu oleh dr. Muhammad Wahyu Kuncoro Adji dan penanggung jawab modul Emergency Medicine, dr. Ahmad Azmul Asmar Irfan, M.Kes.

Ahmad Azmul mengatakan bahwa pelaksanaan ujian simulasi merupakan bentuk evaluasi pembelajaran mahasiswa di program modul. “Ujian simulasi ini merupakan salah satu bentuk evaluasi pembelajaran mahasiswa yang kurang lebih telah melaksanakan kegiatan modul ini selama kurang lebih 3 minggu,” tuturnya.

Tambahnya, ia menjelaskan bahwa pada simulasi ini akan mempelajari Triase, Primary Survey yang dilanjutkan dengan Transfer to Definitive Care. “Kita atur sedemikian rupa, bagaimana mahasiswa nanti akan mencoba mengevaluasi hasil pembelajarannya dan langsung mengaplikasikannya dalam bentuk simulasi bencana. Mahasiswa akan melakukan penanganan, kemudian pre-hospital, lalu transfer to definitive care,” jelasnya.

Praktik pembelajaran ini juga memberikan evaluasi kepada mahasiswa untuk menjadi dokter umum yang ideal dalam menangani pasien di IGD. Simulasi Penanganan Kegawatdaruratan dilakukan dengan empat aktor pasien cedera, tiga pasien yang mengalami cedera parah hingga tidak sadarkan diri, dan satu pasien cedera ringan sadarkan diri dengan emosi yang tidak stabil. Hal ini mengajarkan mahasiswa untuk mampu menangani keadaan pasien baik secara batin dan fisik. 

Simulasi ini dilakukan di halaman FK dengan keadaan TKP kecelakaan, lalu di lobby lantai 2 sebagai IGD dengan fasilitas praktik gawat darurat.

(MA/NIS)