FK UIN Jakarta Luluskan 49 Dokter pada Sumpah Dokter ke-58
Auditorium Prof. M.K. Tadjudin, Berita FK UIN Online - Luluskan 49 dokter, Fakultas Kedokteran (FK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta laksanakan Sumpah Dokter ke-58 di Auditorium Prof. M.K. Tadjudin, Rabu (28/10/2026). Sumpah Dokter dilaksanakan sebagai komitmen moral untuk mengabdi kepada kepentingan bangsa.
Dihadiri oleh perwakilan institusi dan organisasi, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Fatmawati, Dr. Dra. Vivi Lisdawati, M.Si., Apt., Sekretaris I IDI Cabang Tangerang Selatan, dr. Edna Fauziah S., M.K.M., Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie, S.Ag., S.H., M.H., M.A.., Dekan FK UIN Jakarta, Dr. dr. Achmad Zaki, M.Epid., Sp.OT., FICS., beserta jajarannya.
Membuka prosesi Sumpah Dokter, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie menyoroti pengorbanan peran orang tua yang melahirkan calon dokter negeri, dengan biaya, perjalanan, dan jarak yang memisahkan menjadikan Prof. Ahmad Tholabi menekankan pengorbanan bapak-ibu, maupun insan pribadi yang luar biasa.
“Dan ketika kelelahan itu telah adik-adik semua lalui, maka yang ada sekarang adalah kenikmatan. Ini pernah disampaikan oleh Imam Syafi’i. Beliau mengatakan, Barang siapa yang tidak merasakan pahitnya belajar yang sesaat itu, yang hanya beberapa tahun itu, maka bersiap-siaplah nanti akan menelan kehinaan sepanjang masa,” jelasnya.
Melanjutkan sambutan dekan, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Fatmawati, Dr. Dra. Vivi Lisdawati, M.Si., mengatakan bahwa masa magang mahasiswa di RSUP Fatmawati diharapkan dapat memperoleh nilai keIslaman, etika dan moral dalam menjalankan profesi. “Para lulusan ini dapat menjadi dokter muslim yang memiliki etika dan moral yang berlandaskan nilai-nilai keislaman yang luhur saat menjalankan profesinya dan tentunya juga memiliki keunggulan kompetitif dalam persaingan global,” tuturnya.
Selain itu, Dekan FK UIN Jakarta, Dr. dr. Achmad Zaki mengatakan bahwa seorang dokter memiliki peranan yang cukup besar dengan fokus pada orientasi yang menjawab persoalan kesehatan masyarakat. Ia menyoroti berbagai penyakit yang berpeluang besar mengganggu kesehatan masyarakat.
“Jadi di tengah hiruk pikuk dinamika persoalan yang ada di bangsa kita. Dari mulai berkabutnya kota-kota besar di Kalimantan. Hingga stunting yang belum bergeser banyak. Tingginya angka TBC yang masih juara kedua dunia. Anda dikeluarkan dari fakultas ini sebagai dokter. Yang bukan hanya berpikir tentang bagaimana menghidupi diri sendiri. Dalam hal kecukupan pendapatan. Tapi juga bagaimana kita menyehatkan bangsa kita. Sebagaimana para pendahulu dulu berpikir tentang bangsa ini,” jelasnya.
Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kelulusan, pengambilan sumpah dokter, penandatanganan dan penyerahan naskah sumpah, pengalungan medali kepada dokter baru, penyerahan dokumen dan atribut profesi dan pembacaan mahasiswa berprestasi. Selain itu, prosesi ditutup dengan penayangan video dokumenter dari lulusan Sumpah Dokter ke-58.
(MA/NIS)
