FK UIN Jakarta Perluas Pengalaman Global Mahasiswa melalui Program Student Exchange
FK UIN Jakarta Perluas Pengalaman Global Mahasiswa melalui Program Student Exchange

Auditorium MK Tadjudin, Berita UIN Online - Sebagai bentuk internasionalisasi Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, program student exchange menjadi salah satu pembuka jalan mahasiswa FK untuk menempuh pendidikan pada tingkat global. Pelepasan mahasiswa dilaksanakan dengan menjelaskan panduan pelaksanaan program Elektif Mahasiswa Kedokteran FK UIN Jakarta di Luar Negeri, dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (19/8/2026).

Dihadiri oleh, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni drg. Laifa Annisa Hendarmin, Ph.D., Ketua Program Studi (Kaprodi) Kedokteran, dr. Marita Fadhilah, Dr.Med.Sc., Kaprodi Pendidikan Profesi Dokter, dr. Risahmawati, Ph.D., Ketua tim modul, Sophie Dwiyanti S.Psi., Psikolog., dan mahasiswa program student exchange.

Pelepasan mahasiswa program student exchange memiliki tujuan diantaranya ke Tohoku University, Universiti Kebangsaan Malaysia dan Chiang Mai University (CMU). Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni drg. Laifa Annisa Hendarmin, Ph.D., membuka acara pelepasan ini dengan pembekalan mahasiswa akademik program student exchange.

Dilanjutkan dengan pembekalan pelepasan mahasiswa student center oleh ketua tim modul, panduan pelaksanaan program Elektif Mahasiswa Kedokteran FK UIN Jakarta, Sophie Dwiyanti S.Psi., Psikolog., ia mengatakan bahwa program yang dilaksanakan merupakan kesempatan besar yang sangat baik. Ia juga menjelaskan bahwa program ini memiliki target yang harus dipenuhi sebagai tuntutan untuk mahasiswa pertukaran.

“Paling tidak ada empat hal yg ingin dicapai dari program ini, tujuannya memperluas wawasan mahasiswa terhadap sistem kesehatan global, memberikan pengalaman klinis, komunitas atau riset lintas budaya, meningkatkan kemampuan komunikasi, adaptasi dan profesionalisme dan mendorong benchmarking terhadap standar pendidikan klinik global,” jelasnya.

Untuk mencapai target yang sudah ditetapkan,  Sophie Dwiyanti menjelaskan bahwa pelaksanaan ini memiliki empat program yakni, Clinical Attachment, Community Health Program, Medical Research Elective dan Public Health/NGO Internship.

Selain itu, kaprodi Kedokteran, dr. Marita Fadhilah, menjelaskan berbagai teknis dukungan untuk proses pembelajaran di luar negeri, ia juga mengimbau untuk melaksanakan semua proses dengan tekun dalam upaya evaluasi program agar berjalan dengan baik. “Untuk adik-adik, semoga bisa lebih tekun agar segala program dan target bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan outcome publikasi dan komunikasi yang baik,” jelasnya.

Kaprodi Pendidikan Profesi Dokter, dr. Risahmawati, Ph.D., turut mengimbau untuk mahasiswa dalam menjaga kesehatan dan citra Islam di luar negeri. Hal ini, juga disepakati oleh jajaran lainnya. Ia juga mengingatkan untuk selalu berkomunikasi ketika ada kesulitan yang dialami agar tidak adanya kegagalan program.

“Ketika kemudian nanti sedang menjalankan program untuk memenuhi log book atau outcome nya sulit, tolong bisa menghubungi tim modul, kaprodi maupun sekprodi. Jadi, kami bisa menyarankan dan membantu. jika dilaporkan dari awal kita bisa membantu dan memaksimalkan academic activity disana,” jelasnya.

Pada akhir pelepasan dengan pembekalan yang diberikan, kaprodi, sekprodi dan ketua tim modul memberikan dukungan penuh dengan pesan dan bekal tipa dan trik ketika berkegiatan di luar negeri.

(MA/NIS)