Jalani Stase Haji di Embarkasi Bekasi, Dokter Muda FK UIN Jakarta Perkuat Kompetensi Layanan Kesehatan Jemaah
Jalani Stase Haji di Embarkasi Bekasi, Dokter Muda FK UIN Jakarta Perkuat Kompetensi Layanan Kesehatan Jemaah

Bekasi, Berita FK Online - Mahasiswa Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjalani kegiatan Stase Haji di Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Asrama Haji Bekasi sebagai bagian dari pembelajaran praktik lapangan dalam pelayanan kesehatan jemaah haji, Ahad (3/5/2026).

Stase ini merupakan bentuk kolaborasi antara Fakultas Kedokteran UIN Jakarta dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan, yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman praktis terkait sistem pelayanan kesehatan haji, termasuk proses skrining, pemeriksaan kesehatan, serta penentuan kelayakan jemaah untuk diberangkatkan.

Kepala BKK Kelas I Bandung, dr. Sedya Dwisangka, M.Epid, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi situasi nyata di lapangan.

“Ini adalah kolaborasi antara FK UIN dengan BKK. Tujuannya adalah salah satunya mempersiapkan mahasiswa kedokteran agar sudah terpapar dengan kegiatan-kegiatan di embarkasi haji,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun kasus yang ditemui di embarkasi umumnya telah melalui proses penyaringan sebelumnya di daerah asal, mahasiswa tetap mendapatkan pengalaman berharga dalam memahami sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai proses pelayanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan jemaah hingga analisis kondisi pasien. Hal ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan klinis serta kemampuan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.

Salah satu dokter muda FK UIN Jakarta, Selvi Haura Zafirah, S.Ked., mengungkapkan bahwa pengalaman di embarkasi haji memberikan banyak pembelajaran yang tidak diperoleh di ruang kelas.

“Kami mendapatkan kesempatan yang sangat berharga di stase haji ini, bisa bekerja sama dengan staf pengelola haji dan dokter-dokter yang sangat membantu kami,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa selama kegiatan, mahasiswa berkesempatan menangani ratusan pasien dengan berbagai kondisi kesehatan.

“Banyak sekali yang dapat kami pelajari dari kasus-kasus yang kami dapatkan, terutama dalam melakukan pemeriksaan fisik, menganalisis hasil, dan menentukan apakah pasien dapat melanjutkan ke tahap berikutnya atau perlu penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Selvi menambahkan bahwa pengalaman ini juga melatih kesiapan mahasiswa dalam memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

“Harapannya, kami mampu memberikan pelayanan kepada pasien baik secara kuratif, preventif, maupun promotif, serta bersikap tanggap dan kritis dalam menghadapi berbagai kondisi pasien,” tambahnya.

Melalui Stase Haji ini, mahasiswa FK UIN Jakarta diharapkan tidak hanya memahami aspek klinis, tetapi juga mampu melihat pelayanan kesehatan dalam konteks yang lebih luas, termasuk manajemen kesehatan jemaah dalam skala besar. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membentuk calon dokter yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di berbagai situasi.

(AAS/NIS)