Kaprodi Kedokteran FK UIN Jakarta Paparkan Kurikulum dan Standar Kompetensi Dokter
Berita FK UIN Online - Ketua Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dr. Marita Fadhilah Dr. Med. Sc., paparkan penjelasan mengenai Program Studi Kedokteran. Ia menjelaskan bahwa dalam sistem pembelajaran meliputi kurikulum, lima kualitas dokter, aturan akademik, bobot penilaian dan beberapa tips and trick dalam proses pembelajaran.
Marita Fadhilah Dr. Med. Sc., menjelaskan bahwa kurikulum 2024 memiliki tahap akademik sebanyak 57 modul dengan 148 Satuan Kredit Semester (SKS), modul Foundation of Human Biology pada semester 1 dan 2, Transition From Theory to Practice pada semester 3, Integrated Organ Based Pathological System pada semester 4, 5 dan 6, dan modul Comprehensive Medicine pada semester 7 dengan durasi masa studi 3,5 tahun dan maksimal 7 tahun. Selain itu, dengan modul yang tersedia sivitas akademika berfokus untuk mengembangkan kemampuan yakni, Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU), Research, IT, Soft skills, Clinical Skills dan MDB.
Prodi Kedokteran memiliki standar kualitas sebagai dokter dengan istilah ‘5 Stars Doctor’ yang meliputi, Care Provider, Decision Maker, Communicator, Community Leader, Manager, Researcher dan Muslim Doctor. dr. Marita menyoroti poin Communicator sebagai keahlian yang harus dimiliki oleh dokter selain ilmu teknis kedokteran lainnya. Ia menjelaskan bahwa seorang dokter harus dapat merespon, berekspresi dan menginformasikan segala kabar dan teknis dengan cara yang baik kepada keluarga maupun pasien itu sendiri.
Lebih lanjut, ia menjelaskan kepada mahasiswa bahwa menjalani pendidikan di prodi Kedokteran memiliki aturan akademik yang meliputi perizinan kegiatan akademik. “Untuk seorang mahasiswa izin sah hanya ketika sakit yang dibuktikan dengan surat dokter, mendapatkan surat tugas dari fakultas dan izin dari Prodi, adanya kematian keluarga inti dan kakek-nenek, diri sendiri menikah, melahirkan dan mengalami bencana alam,” jelasnya.
Tidak melupakan penilaian yang ada pada kegiatan akademik, dr. Marita menyoroti faktor eksternal lainnya seperti bentuk dukungan yang diterima dari orang terdekat mahasiswa dalam menjalani kegiatan akademik. Ia menjelaskan bahwa faktor dinamika keluarga seperti tempat curhat di rumah bersama ibu menjadi bentuk dukungan yang cukup kuat untuk mendukung kegiatan pembelajaran mahasiswa.
“Proses belajar mahasiswa bisa didukung dengan beberapa metode, yakni memiliki waktu khusus belajar untuk belajar harian, gaya belajar mandiri dengan preferensi dan kedisiplinan belajar secara individual, selain itu faktor pendukung paling penting untuk mahasiswa yakni, persepsi intelegensi lingkungan yakni, dukungan dan kepercayaan keluarga teman atau kecerdasan mahasiswa,” jelasnya lebih lanjut.
Dengan segala target capaian sebagai mahasiswa kedokteran, dr. Marita menekankan pentingnya dukungan dari orang terdekat untuk mahasiswa yang menjalankan kegiatan akademik di FK UIN Jakarta.
(MA/NIS)
