Mahasiswa FK UIN Jakarta Ikuti Program Student Mobility Exchange di Jepang
Mahasiswa FK UIN Jakarta Ikuti Program Student Mobility Exchange di Jepang

Berita FK UIN Online - Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Azkiya Alika Putri Ahmudi, mengikuti program Student Mobility Exchange di Tohoku University, Jepang, pada Senin hingga Jumat (7–18/9/2026). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi Azkiya untuk mempelajari pengelolaan kesehatan masyarakat dalam situasi bencana (Disaster Public Health) melalui perkuliahan, seminar, diskusi, kunjungan lapangan, dan penyusunan tinjauan literatur.

Selama program berlangsung, Azkiya mendapat bimbingan dari Associate Professor Masatsugu Orui, M.D., Ph.D., yang merupakan peneliti di Disaster Public Health Lab, International Research Institute of Disaster Science (IRIDeS), Tohoku University. Ia mendampingi Azkiya dalam berbagai kegiatan akademik, termasuk penyusunan laporan dan presentasi akhir.

Selain itu, Azkiya berkesempatan bertemu dengan Professor Shinichi Kuriyama, M.D., Ph.D., dari Disaster Public Health Lab, IRIDeS. Ia juga berinteraksi dengan para profesor, peneliti, mahasiswa, dan staf Tohoku University untuk memperluas wawasan mengenai penelitian serta penanganan kesehatan dalam situasi bencana.

Selama mengikuti kegiatan akademik, Azkiya mendalami berbagai aspek penanganan kesehatan akibat bencana di Jepang. Materi yang dipelajari meliputi kesiapan sistem kesehatan, pengembangan kapasitas tenaga medis, angka kematian akibat bencana, pemantauan kondisi kesehatan dalam jangka panjang, serta dampak bencana terhadap kesehatan mental dan perkembangan anak. 

Dari kegiatan tersebut, Azkiya memahami bahwa penanganan kesehatan akibat bencana perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya saat tanggap darurat. Sebab, dampak bencana terhadap kesehatan dapat bertahan lama bahkan muncul setelah kondisi kembali normal. Oleh karena itu, pemantauan kesehatan jangka panjang, khususnya kesehatan mental dan perkembangan anak, menjadi aspek penting dalam penanganan pasca bencana. 

Pemahaman tersebut juga diperkuat melalui kunjungan ke sejumlah lokasi. Di International Research Institute of Disaster Science (IRIDeS), Azkiya mempelajari pendekatan penelitian kebencanaan multidisipliner dan upaya pengurangan risiko bencana. Ia kemudian mengunjungi Tohoku Medical Megabank untuk mengamati penelitian kohort berskala besar dan genomik.

Azkiya turut mengunjungi Arahama, kawasan pesisir yang terdampak gempa bumi dan tsunami Jepang Timur pada 2011. Di lokasi tersebut, ia melihat bekas gedung sekolah yang pernah digunakan sebagai tempat evakuasi saat bencana. Kunjungan ini memberikan gambaran mengenai dampak bencana sekaligus pentingnya kesiapsiagaan dan pengelolaan evakuasi bagi masyarakat.

Sebagai tindak lanjut program, Azkiya kini mengembangkan manuskrip akademik yang membahas persamaan dan perbedaan pengelolaan kesehatan bencana di Jepang dan Indonesia.

azkiya with prof masatsugu

(Azkiya/MA/NIS)