Peringati Puncak Dies Natalis ke-21, FK UIN Jakarta Perkuat Komitmen Pengembangan Pendidikan Kedokteran dan Pengabdian Masyarakat
Gedung Kedokteran, Berita FK Online – Fakultas Kedokteran (FK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar puncak peringatan Dies Natalis ke-21 sebagai momentum refleksi perjalanan fakultas sekaligus penguatan komitmen dalam mengembangkan pendidikan kedokteran yang unggul, integratif, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat di Gedung Kedokteran, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan dihadiri Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.Ag., S.H., M.H., M.A., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Prof. Dr. Imam Subchi, M.A., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Ali Munhanif, M.A., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Kelembagaan Din Wahid, M.A., Ph.D., serta Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta Drs. H. Beky Mardani.
Serta tuan rumah Fakultas Kedokteran, Dekan FK UIN Jakarta Dr. dr. Achmad Zaki, M.Epid., Sp.OT., FICS, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Dr. dr. Erike Anggraini Suwarsono, M.Pd., Sp.MK., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni drg. Laifa Annisa Hendarmin, Ph.D., para kepala program studi, dosen, serta sivitas akademika Fakultas Kedokteran.
Pada kesempatan tersebut, FK UIN Jakarta juga menandatangani kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta yang dihadiri langsung Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta Drs. H. Beky Mardani. Kerja sama ini mencakup berbagai bidang, mulai dari pengembangan riset, kegiatan kemanusiaan, hingga peluang magang dan pembelajaran lapangan bagi mahasiswa.
Dalam laporannya, Dekan FK UIN Jakarta Dr. dr. Achmad Zaki, M.Epid., Sp.OT., FICS menyampaikan bahwa usia ke-21 tahun menjadi tonggak penting bagi Fakultas Kedokteran yang terus menunjukkan perkembangan dan kematangan sebagai institusi pendidikan kedokteran di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
"Pada usia 21 tahun ini, Fakultas Kedokteran UIN Jakarta terus beranjak dewasa. Perjalanan ini ditandai dengan berbagai pengembangan yang telah dilakukan, termasuk penguatan dan pembukaan program-program studi baru yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan di Indonesia," ujarnya.
Dekan menjelaskan bahwa perkembangan tersebut juga tercermin dari kontribusi alumni yang telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Hingga saat ini, FK UIN Jakarta telah meluluskan sekitar 1.200 alumni yang berkiprah sebagai tenaga kesehatan, akademisi, peneliti, maupun profesional di berbagai sektor pelayanan kesehatan.
"Alhamdulillah, sekitar 1.200 alumni FK UIN Jakarta kini tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Mereka menjadi representasi nilai-nilai yang ditanamkan selama menempuh pendidikan di FK UIN Jakarta, yaitu profesionalitas, integritas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat," katanya.
Menurutnya, berbagai capaian yang diraih saat ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan cita-cita para founding fathers Fakultas Kedokteran UIN Jakarta yang menginginkan hadirnya institusi pendidikan kedokteran berkualitas yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
"Kami berupaya melanjutkan cita-cita besar para pendiri Fakultas Kedokteran UIN Jakarta. Apa yang telah dicapai saat ini tentu tidak terlepas dari fondasi yang telah dibangun oleh para founding fathers. Tugas kita adalah melanjutkan dan mengembangkannya agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas perkembangan FK UIN Jakarta yang terus menunjukkan kemajuan signifikan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Menurutnya, setiap disiplin ilmu memiliki peran dan jalannya masing-masing dalam memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Dalam konteks tersebut, pendidikan kedokteran memiliki posisi yang sangat strategis karena berhubungan langsung dengan upaya menjaga dan menyelamatkan kehidupan.
"Setiap ilmu memiliki jalannya masing-masing. Ada yang berkontribusi melalui kebijakan, pendidikan, atau penelitian. Fakultas Kedokteran memiliki peran yang sangat mulia karena secara langsung hadir untuk menolong kehidupan manusia," ujarnya.
Rektor menambahkan bahwa FK UIN Jakarta memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan banyak fakultas kedokteran lainnya. Selain membekali mahasiswa dengan kompetensi kedokteran yang kuat, FK UIN Jakarta juga menanamkan nilai-nilai keislaman dan spiritualitas yang menjadi identitas khas UIN Jakarta.
"Keunggulan FK UIN Jakarta bukan hanya pada ilmu kedokterannya, tetapi juga pada integrasi antara ilmu, nilai keislaman, dan aspek spiritual. Ini merupakan ciri khas yang harus terus dijaga dan dikembangkan," ungkapnya.
Ia juga mendorong FK UIN Jakarta untuk terus memperluas kontribusinya melalui pengembangan berbagai program pendidikan dokter spesialis yang dibutuhkan masyarakat.
"Saya berharap FK UIN Jakarta terus berkembang, termasuk dengan membuka berbagai program spesialis baru yang dibutuhkan masyarakat. Dengan demikian kontribusi UIN Jakarta dalam bidang kesehatan akan semakin besar," katanya.
Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta Drs. H. Beky Mardani menyambut baik kerja sama yang terjalin dengan UIN Jakarta. Menurutnya, sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga kemanusiaan memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
Melalui kerja sama ini, PMI dan UIN Jakarta diharapkan dapat mengembangkan berbagai program kolaboratif yang mendukung kegiatan penelitian, pengabdian masyarakat, serta peningkatan kapasitas mahasiswa melalui program magang dan pembelajaran lapangan.
Selain agenda akademik dan seremoni, peringatan Dies Natalis ke-21 FK UIN Jakarta juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Kegiatan tersebut meliputi donor darah bekerja sama dengan PMI, layanan medical check-up bagi masyarakat, khitanan massal, serta pemberian Beasiswa M.K. Tadjudin kepada mahasiswa yang berprestasi dan membutuhkan dukungan pendidikan.

(AAS/NIS)
