Semangat Kartini di FK UIN Jakarta: Peran Perempuan dalam Pendidikan Kedokteran
Semangat Kartini di FK UIN Jakarta: Peran Perempuan dalam Pendidikan Kedokteran

Gedung Kedokteran, Berita FK Online - Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April menjadi momentum refleksi atas peran perempuan dalam berbagai bidang, termasuk dalam dunia kedokteran dan pendidikan. Di Fakultas Kedokteran (FK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, semangat Kartini hadir melalui kiprah para dosen perempuan yang tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai ilmuwan, pemimpin, dan inspirasi moral.

Perempuan di FK UIN Jakarta memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem akademik yang berkualitas. Mereka hadir di ruang-ruang pembelajaran, laboratorium, hingga pada level kepemimpinan fakultas. Salah satu sosok yang mencerminkan hal tersebut adalah Dr. dr. Fika Ekayanti, M.Med.Ed, yang menjabat sebagai Wakil Dekan I dan berkontribusi dalam pengembangan akademik serta pembentukan karakter mahasiswa kedokteran.

Selain itu, kepemimpinan perempuan juga terlihat melalui dr. Erike Anggraini S, M.Pd., SpMK sebagai Wakil Dekan II dan drg. Laifa Annisa Hendarmin, Ph.D sebagai Wakil Dekan III. Kehadiran perempuan dalam jajaran pimpinan ini menunjukkan bahwa peran perempuan tidak hanya terbatas pada pengajaran, tetapi juga dalam pengambilan keputusan strategis di tingkat fakultas.

Dalam bidang akademik, sejumlah dosen perempuan turut aktif mengajar dan mengembangkan keilmuan di Program Studi Kedokteran. Nama-nama seperti Prof. dr. Flori Ratna Sari, Ph.D, Dr. dr. Alyya Siddiqa, Sp.FK, Nurin Nadzifatil Fitriyah, M.Biomed, Yuliati, S.Si., M.Biomed, serta Silvia Fitrina Nasution, M.Biomed menjadi bagian dari tenaga pendidik yang berkontribusi dalam penelitian, pengajaran, serta keterlibatan langsung proses pembelajaran mahasiswa.

Tidak hanya itu, masih banyak dosen perempuan lainnya di berbagai bidang ilmu kedokteran mulai dari biomedik, kedokteran klinis, hingga ilmu kesehatan masyarakat yang turut berperan dalam mencetak calon dokter yang kompeten dan berintegritas. Mereka hadir sebagai pengajar, pembimbing, peneliti, sekaligus teladan bagi mahasiswa dalam menjalani dunia akademik dan profesional.

Peran perempuan di FK UIN Jakarta juga tidak lepas dari tantangan pendidikan kedokteran yang menuntut ketangguhan, ketelitian, dan dedikasi tinggi. Namun, melalui komitmen terhadap ilmu pengetahuan dan pengabdian, para dosen perempuan mampu menjalankan berbagai peran tersebut secara seimbang.

Semangat Kartini di FK UIN Jakarta bukan hanya tentang kesetaraan, tetapi juga tentang kontribusi nyata dalam membangun generasi masa depan. Dari ruang kelas hingga kepemimpinan fakultas, perempuan terus menunjukkan perannya sebagai agen perubahan dalam dunia kedokteran.

Sebagaimana perjuangan Raden Ajeng Kartini, yang sejak muda memperjuangkan hak perempuan untuk memperoleh pendidikan melalui pemikiran-pemikirannya yang tertuang dalam surat-suratnya, hingga akhirnya menginspirasi lahirnya akses pendidikan yang lebih luas bagi perempuan di Indonesia. Kartini meyakini bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk memajukan perempuan dan bangsa.

Nilai-nilai tersebut kini tercermin dalam kiprah para perempuan di FK UIN Jakarta yang terus melanjutkan semangat tersebut melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Melalui momentum Hari Kartini, FK UIN Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peran perempuan dalam dunia kedokteran dan pendidikan, serta menciptakan lingkungan yang inklusif dan memberdayakan seluruh civitas akademika.

Kartini

(AAS/NIS)