Sumpah Dokter ke-57: FK UIN Jakarta Kukuhkan 30 Dokter Baru Berintegritas dan Berjiwa Islami
Sumpah Dokter ke-57: FK UIN Jakarta Kukuhkan 30 Dokter Baru Berintegritas dan Berjiwa Islami

Auditorium M.K. Tadjudin, Berita FK Online – Fakultas Kedokteran (FK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi mengukuhkan 30 dokter baru melalui prosesi Sumpah Dokter Angkatan ke-57 di Auditorium M.K. Tadjudin, Kamis (30/7/2026). Momentum ini menjadi penanda kesiapan para lulusan memasuki dunia profesi medis dengan menjunjung tinggi integritas, nilai-nilai kemanusiaan, serta prinsip keislaman dalam pengabdiannya kepada masyarakat.

​Prosesi sakral ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas dan fakultas. Turut hadir Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.Ag., S.H., M.H., M.A., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D., Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerja Sama Prof. Din Wahid, M.A., Ph.D., serta Dekan FK UIN Jakarta Dr. dr. Achmad Zaki, M.Epid., Sp.OT(K), FICS. Hadir pula perwakilan RS UIN Jakarta, RSUP Fatmawati, IDI Cabang Tangerang Selatan, jajaran dosen, serta para orang tua dan keluarga dokter baru.

Dalam sambutan Wakil Rektor Prof. Ahmad Tholabi Kharlie, ia menekankan bahwa menjadi dokter muslim tidak sekadar diukur dari kemampuan keahlian klinis, melainkan juga dari tanggung jawab moral dan implementasi nilai-nilai Islam.

​“Menjadi dokter muslim hari ini bukan hanya menjadi profesional medis, tetapi juga menjadi pembawa nilai-nilai Islam. Kalian bukan hanya menyembuhkan, tetapi juga menghadirkan harapan,” ujar Prof. Tholabi.

​Mengutip pandangan Imam Ar-Ruhawi, ia berpesan agar profesi ini menjadi wujud komitmen ruhani yang sesungguhnya. “Jadilah dokter yang tidak hanya disegani karena keahliannya, tetapi dihormati karena adabnya dan dirindukan karena akhlaknya,” tambahnya.

Perwakilan Direktur Utama RSUP Fatmawati sekaligus Manajer Tim Kerja Pendidikan dan Pelatihan RSUP Fatmawati, Dr. Dewi Apriyantini, SKM., MARS., mengingatkan para sejawat baru untuk menjadikan keselamatan pasien sebagai prioritas mutlak.​“Patient safety harga mati, itu yang harus ditanamkan,” tegasnya.

​Lebih lanjut, ia mengimbau agar para lulusan menghindari orientasi material dalam menjalankan tugas. “Jangan sekali-kali merasa harus balik modal, tetapi pegang teguh sumpah Hipokrates yang telah kita ikrarkan,” ujarnya, 

Dekan FK UIN Jakarta, Dr. dr. Achmad Zaki, M.Epid., Sp.OT(K), FICS, mengajak para dokter baru untuk terus menanamkan kebanggaan terhadap almamater yang telah mendidik mereka. Ia berharap lulusan FK UIN kelak dapat kembali dan memberikan sumbangsih nyata bagi pengembangan fakultas.

​“Bagaimana membuat kalian bangga dengan almamater. Bagi kami para guru, menjadi sebuah kegagalan apabila kalian tidak mau kembali ke almamater,” tutur Dr. Zaki. Ia pun berpesan agar para lulusan tak henti meningkatkan keilmuan dan menjadikan profesinya sebagai ladang amal bagi masyarakat luas.

Acara inti diisi dengan pembacaan sumpah dokter yang dipimpin langsung oleh Dekan FK UIN Jakarta, disusul pembacaan Surat Keputusan Kelulusan oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik Dr. dr. Fika Ekayanti, DKK., M.Med.Ed., MARS. Penandatanganan naskah sumpah dokter diserahkan secara simbolis kepada perwakilan dokter baru, yakni dr. Maslim Syahruddin dan dr. Reisya Annisa.

​Dalam kesempatan yang sama, FK UIN Jakarta juga memberikan penghargaan Student Achievement kepada 21 mahasiswa Program Studi Profesi Dokter yang berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Capaian akademik tertinggi pada angkatan ini berhasil diraih oleh dr. Fauzia Ilman Naqiya dengan IPK 3,83.

Wakil Ketua I IDI Cabang Tangerang Selatan, dr. Agus Arya Wardhana, menyoroti pentingnya sumpah tersebut sebagai landasan etis. “Sumpah kali ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi kompas moral dalam setiap langkah pengabdian yang akan dilakukan,” pesannya.

​Dalam pidatonya mewakili dokter baru, dr. Fauzia Ilman Naqiya mengenang tantangan masa pendidikan yang dimulai di tengah pandemi Covid-19. “Kita belajar tidak hanya dari sisi kognitif, tetapi juga dibentuk secara fisik dan mental. Ayah, Ibu, izinkan kami mempersembahkan gelar ini untuk kalian,” ucapnya haru.

​Mewakili wali dokter baru, Ust. Muhammad Yunus, MM. (orang tua dari dr. Fathiyah Zahra Muhammad), turut berpesan agar para lulusan mampu menjaga amanah gelar profesi ini. “Jadikanlah ilmu yang dimiliki sebagai jalan untuk memberikan manfaat yang besar kepada sesama,” katanya.

​Rangkaian Sumpah Dokter Angkatan ke-57 ditutup dengan penyematan PIN Ikatan Dokter Muslim Alumni UIN Jakarta (IDOMAIN) kepada perwakilan dokter baru serta penyerahan kenang-kenangan. Melalui pelantikan ini, FK UIN Jakarta optimis para lulusannya akan tumbuh menjadi dokter yang unggul, berintegritas, dan senantiasa membumikan muruah Islam di mana pun mereka mengabdi.

(MIM/NIS)