Wadek Akademik FK UIN Jakarta Uraikan Alur Pendidikan dari Semester Awal hingga Sumpah Dokter
Auditorium Prof. MK. Tadjudin, Berita FK Online - Pada sosialisasi sistem akademik di FK UIN Jakarta, Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. dr. Fika Ekayanti, M.Med.Ed., memperkenalkan kepada wali mahasiswa mengenai alur pendidikan secara luas dari awal semester hingga akhir semester. Hal ini dilaksanakan dengan tujuan mengedukasi dan memberikan peningkatan kepedulian peran orang tua untuk memperhatikan alur kejelasan pendidikan anaknya sebagai mahasiswa FK UIN Jakarta. Sosialisasi dilaksanakan di Auditorium Prof. MK. Tadjudin, Kamis (11/9/2026).
Mengawali pemaparan, Dr. dr. Fika Ekayanti, M.Med.Ed., menjelaskan bahwa FK UIN Jakarta memiliki jalur Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang menjadi sorotan, program ini dibentuk sebagai dukungan kepada santri untuk menjadi dokter selain itu, jalur FK UIN Jakarta juga memiliki jalur masuk melalui beasiswa seperti Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dan Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP). “Kita sampaikan, santri berprestasi ini menjadi salah satu yang kita utamakan juga ya,” tuturnya.
Senada dengan itu, Dr. dr. Fika turut menjelaskan bahwa program pendidikan kedokteran dan spesialis di FK UIN Jakarta makin berkembang, FK UIN Jakarta terus mengembangkan pendidikan lanjutan termasuk program spesialis seperti spesialis paru dan obgyn serta program studi biomedis. Dengan perkembangan ini, mahasiswa dapat meluaskan jejaring pendidikan di FK UIN Jakarta, namun untuk melanjutkan studi lanjutan, mahasiswa dituntut untuk mempertahankan IPK minimal di atas 2.
Tahapan evaluasi sepanjang pendidikan juga diberikan kepada mahasiswa. Tidak hanya melihat dari kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan mahasiswa dalam beradaptasi dan mengikuti proses pendidikan, jika dilihat tidak mumpuni maka, pihak FK akan mengadakan evaluasi pada semester 2 dan 4 serta pemantauan pada semester berikutnya untuk menentukan status mahasiswa yang akan di Drop Out atau tidak.
“Nah kami berharapnya, kami pihak FK ketemu dengan bapak ibu hanya saat sosialisasi awal semester dan nanti sumpah dokter saja. Karena kalau kita bertemu artinya ada masalah ya,” tuturnya dengan santai.
Lanjutnya, ia menjelaskan bahwa FK tidak hanya fokus mengevaluasi mahasiswa namun, FK menyediakan unit pendukung untuk kegiatan pendidikan mahasiswa seperti Medical Education, Medical Research, Community Service Unit, Clinical Skills dan Pusat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual KP3KS atau unit layanan konseling.
Dr. dr. Fika juga menjelaskan pentingnya peran orang terdekat untuk mendukung perjalanan pendidikan mahasiswa FK, termasuk ia menyoroti kehadiran Dosen Pembimbing Akademik (PA) sebagai tempat aduan utama mahasiswa kepada dosen. Ia juga mengimbau kepada wali mahasiswa untuk mengetahui siapa PA dari anak-anaknya.
“Nah jadi setelah aduan yang diberikan kepada PA, PA bisa menyampaikan kepada pihak yang lebih mumpuni, biasanya ada dibutuhkan dukungan dari konseling, PA akan menyampaikan ke unit KP3KS unit ini akan menyampaikan ke prodi dan akhirnya nanti ke dekanat ya.”
Dr. dr. Fika sebagai wakil dekan bidang kurikulum mengamati kegiatan mahasiswa FK yang terkadang bertanya “Kenapa kami masih belajar materi ini?” pada kurikulum khusus ‘Bagaimana cara belajar’. Dr. dr. Fika mengatakan bahwa manusia utuh dipelajari tidak hanya fisiknya saja, namun latar belakang orang itu memengaruhi bagaimana ia menunjukkan suatu penyakit. karena ada kemungkinan disebabkan satu latar belakang keadaan namun yang ditampakkan menjadi penyakit yang berbeda-beda.
“Kedokteran itu tidak bisa belajar sendiri, tidak bisa soliter. Kalau saya kata, dokter itu paling susah diatur karena punya independensi yang cukup tinggi, nah ini yg harus kita sampaikan pelan-pelan tentang pendidikan, pendidikan itu seperti bertani mulanya, dibuatnya harus terus menerus dan rajin hingga hasilnya kelihatan,” jelasnya. “Karena itu, mahasiswa perlu memahami pasien sebagai manusia secara menyeluruh,” tambahnya.
Mengingat kehidupan setelah pendidikan, Dr. dr. Fika juga menjelaskan mengenai career path. Lulusan tidak hanya diarahkan menjadi dokter atau praktisi namun dapat berkarir sebagai akademisi, peneliti dan administrator maupun pengembang bioteknologi selain itu, menjadi entrepreneur dan influencer kesehatan merupakan bidang yang memungkinkan untuk dikerjakan sebagai lulusan kedokteran.
Didukung melalui kurikulum FK yang mengintegrasikan pembelajaran dasar hingga klinis seperti kurikulum yang mencakup general education, sistem organ, pathological system, hingga clinical reasoning. Pada semester akhir sebelum masuk tahap klinis, mahasiswa menjalani persiapan dan ujian komprehensif.
Tutupnya, ia mengimbau kepada wali mahasiswa untuk dapat memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anaknya sebagai mahasiswa FK karena nyatanya, mahasiswa kedokteran memiliki jadwal yang padat walau hanya dilihat dari SKS yang hingga 70 sks.
(MA/NIS)
